Beredar Foto Layangan Maut Pembunuh Bocah di Bali

 Selasa, 17 Juli 2012 | 05:27 WIB
  
 
 Sehari pasca-kematian tragis Gede Yudis Sastrawan, bocah 8 tahun yang tewas setelah tertimpa layangan raksasa saat Festival Layang-Layang di Pantai Padang Galak, Denpasar, Minggu (15/7/2012) lalu, foto detik-detik saat layangan maut tersebut jatuh pun beredar.

Seperti yang ditampilkan melalui Blackberry Messenger ini, tampak sebuah layang-layang raksasa jenis bebean jatuh menukik menimpa sejumlah penonton.

Keaslian foto masih belum diketahui karena sampai saat ini penyebar pertama foto tersebut juga belum diketahui. Layangan yang berukuran sekitar 8 x 5 meter itu diduga jatuh akibat minimnya angin.

Sejak hari pertama pada Jumat lalu, puluhan layangan raksasa yang diterbangkan untuk mengikuti lomba juga mengalami kendala minimnya angin sehingga saling bergantian jatuh ke bibir Pantai Padang Galak.

Aparat Polsek Denpasar Timur sampai saat ini masih menyelidiki kasus tewasnya bocah malang tersebut.

“Lima saksi dari penonton dan warga sedang kami periksa. Panitia belum. Penyelidikan masih berlanjut,” ujar Kepala Polsek Denpasar Timur Ajun Komisaris Wayan Parwata, Senin (16/7/2012).

Seperti diberitakan, festival layang-layang di Pantai Padang Galak, Denpasar, yang digelar selama 3 hari, mulai Jumat (13/7/2012) hingga Minggu lalu berujung musibah. Gede Yudis Sastrawan, bocah 8 tahun yang menonton festival layang-layang bersama ibunya, tertimpa layangan bebean dan meninggal setelah sempat dirawat di RSUP Sanglah, Denpasar.

 
 
 

Server “World of Warcraft” Bekas Laku Rp 3,1 Miliar

 
 
 Selasa, 17 Juli 2012 | 09:07 WIB
 
 
 
 
 
 

Kegemaran gamer untuk mengumpulkan benda yang berhubungan dengan game kesukaannya memang luar biasa. Contohnya yang terjadi pada gamer World of Warcraft – game online paling populer dan paling banyak pemainnya di dunia saat ini. 

Perusahaan pembuat game ini, Blizzard, melelang perangkat server World of Warcraft yang sudah tidak terpakai lagi, melalui situs lelang eBay dan laku keras.

Jumlah Blade Server yang dijual Blizzard pada lelang tersebut sebanyak 2000 buah dan berhasil mengumpulkan uang sebanyak 330.000 dollar AS atau sekitar Rp 3,1 miliar. 

Uang tersebut kemudian diberikan kepada St. Jude Children’s Research Hospital, rumah sakit di Amerika Serikat untuk menyembuhkan kanker pada anak. Rumah sakit tersebut tidak pernah memungut bayaran dari orang tua dan biaya pengoperasiannya tergantung dari donasi pihak luar, seperti yang dilakukan Blizzard dengan lelang di atas.

Bagian dari Blade Server World of Warcraft yang dibeli melalui lelang tersebut ternyata memiliki arti lebih dari sekadar sebuah perangkat saja. Melalui server tersebut, pemain game ini telah melalui masa indah bersama jutaan pemain lain di dunia Warcraft nan menakjubkan. 

Selain itu, server tersebut juga dikemas dalam cover yang keren serta disertakannya plakat berisi tanda tangan tim developer World of Warcraft.

 

Alex Noerdin : Saya Merasa Belum Pantas

Alex Noerdin : Saya Merasa Belum Pantas

 Kamis, 28 Juni 2012 | 12:16 WIB

Alex Noerdin, pria asal Palembang, Sumatera Selatan 51 tahun lalu, tiba-tiba saja menyemarakkan pemberitaan media massa Ibu Kota beberapa bulan belakangan sebagai salah satu calon Gubernur DKI Jakarta. Hasil penelitian yang dilakukan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Yayasan TIFA pun menempatkan nama Alex sebagai calon yang paling sering muncul di media massa.

Beberapa pihak awalnya mempertanyakan pencalonan Alex yang dinilai tiba-tiba. Kapabilitas Alex yang sudah pernah dua kali menjadi Bupati Musi Banyuasin dan sekali Gubernur Sumatera Selatan ini pun masih dipertanyakan. Alex dinilai kandidat lain tidak akan mampu menuntaskan problem Jakarta yang lebih rumit dibandingkan Sumatera Selatan.

Dalam beberapa kali kesempatan, Alex menyatakan dirinya sedih dan kesal diremehkan seperti itu. Memang tak banyak warga Jakarta yang tahu bagaimana jejak rekam Alex selama di Sumatera Selatan. Tidak ada satu buku pun yang menuturkan kisah sukses Alex di sana. Alex beralasan, dirinya merasa malu jika harus dibuatkan buku biografi.

“Sudah sejak sepuluh tahun lalu ada yang mau bikinkan biografi. Tapi saya merasa belum pantas,” katanya, Rabu (27/6/2012) malam, di Wisma Antara, Jakarta Pusat.

Namun, setelah berkali-kali tawaran pembuatan buku biografi ditolaknya, Alex akhirnya luluh juga dengan tawaran Warta Ekonomi. Buku biografi pertama Alex yang bertajuk “Alex Noerdin Sang Entrepreneurial Governor” pun diluncurkan, Rabu malam. Buku full color setebal 160 halaman ini menceritakan bagaimana sepak terjang kepemimpinan Alex selama di Sumatera Selatan dan juga trik jitu yang akan dilakukan Alex dalam mengatasi persoalan Jakarta.

Di dalam salah satu sub bab berjudul “Bujukan Maut Alex” diceritakan bagaimana Alex mengatasi persoalan terbatasnya dana untuk pembangunan kompleks olahraga Jakabaring untuk perhelatan SEA Games ke-26.

Dana yang harus dikeluarkan penyelenggara untuk melaksanakan pesta olahraga terbesar Asia Tenggara itu mencapai Rp 2,2 triliun. Namun, APBD Pemprov Sumatera Selatan hanya mampu menyediakan Rp 100 Miliar sementara dana APBN hanya menggelontorkan Rp 600 miliar.

Dari mana dana sisanya? Di sinilah, langkah cerdik Alex dikeluarkan. Alex mulai mengajak pihak ketiga seperti swasta, BUMN, dan BUMD untuk berpartisipasi membangun sarana olahraga SEA Games. Tentu perusahaan tidak mau rugi berinvestasi. Maka dari itu, cara yang dilakukan Alex adalah menerapkan program BOT (built, operate, transfer). Salah satu contohnya adalah gedung sumbangan Pertamina 30 tahun lalu yang jelek, kotor, panas, dan toiletnya tidak layak pakai.

“Saya katakan, siapa yang berani perbaiki gedung ini, maka itu nanti bisa jadi gedung multifunction dan saat SEA Games bisa untuk voli indoor, lengkap lighting, AC, sound system, dan tempat duduk berstandar internasional. Jika diperbaiki, saya beri pemanis, boleh bangun hotel dan mal di sekitarnya dengan sistem BOT,” kata Alex di buku itu.

Persyaratan BOT yang ditawarkan pemerintah adalah setelah 30 tahun akan kembali ke Pemprov Sumatera Selatan dan tiap tahun ada revenue sharing untuk pemprov. Alhasil, bujukan manis ini direspon secara antusias oleh pihak swasta.

Cara lain yang dilakukan Alex adalah dengan melakukan pendekatan langsung ke BUMN. Dia berbicara langsung ke Dirut PT Bukit Asam Tbk. Alex saat itu mengatakan, “Bukit Asam itu sejak zaman Belanda sudah mengambil batubara dari Sumatera Selatan. Anda dan karyawan juga hebat-hebat, gajinya besar, fasilitas Bukit Asam di Muara Enim luar biasa. Lantas, apa bantuannya untuk SEA Games ini? Kami sangat butuh lapangan tenis.”

Ternyata, Dirut Bukit Asam langsung menyetujui permintaan Gubernur Sumatera Selatan itu. Alhasil, Alex berhasil mendapat venue lapangan tenis berstandar internasional tanpa keluar uang satu sen pun. Dengan kelihaiannya ini, ahli marketing yang juga CEO MarkPlus Inc, Hermawan Kertajaya, pun menuliskan dalam buku itu dengan mantap MarkPlus Inc menobatkan Alex Noerdin sebagai The Best Regional Leader tahun 2011.

Alex menceritakan bahwa saat buku ini dibuat dirinya memang sempat ragu karena nanti dikira ajang promosi jelang Pilkada. “Saat Warta Ekonomi menawarkan untuk membuat buku ini saya pikir beberapa kali karena dikira promosi jelang pilkada. Kalau biografi saya tidak mau, karena tidak ada istimewanya bagi saya. Tapi buku ini bisa inspiring bagi yang lain,” tutur Alex.

 

Pelapor “Mr Bean Kesurupan Depe” Diperiksa Polisi

Pelapor “Mr Bean Kesurupan Depe” Diperiksa Polisi

Kamis, 28 Juni 2012 | 10:50 WIB

Muhamad Zainal Arifin dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Kamis (28/6/2012). Zainal merupakan pelapor kasus tindak pidana perlindungan konsumen berkait dengan pemutaran film Mr Bean Kesurupan Depe, yang menyeret produser film itu, KK Dheraj, dan pemainnya, Dewi Perssik (Depe atau DP).

“Kasus ini sudah ditingkatkan ke penyidikan. Sebagai pelapor, saya mendapat surat panggilan pemeriksaan sebagai saksi, hari ini jam 10.00 WIB,” ujar Zainal dalam pesan singkatnya kepada Tribunnews.com.

Zainal mengatakan akan menjalani pemeriksaan di Subdit I Indag Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya.

Muhamad Zainal Arifin melaporkan Depe dan Dheraj ke Polda Metro Jaya, Senin (11/6/2012) pukul 16.00 WIB, dengan nomor laporan LP/1993/VI/2012/PMJ/ Ditreskrimsus.

Dalam laporannya, Zainal merasa dirugikan moril dan materiil sebesar Rp 35.000 (harga tiket di Cineplex XXI Kalibata Mall, Jakarta). Pada 8 Juni 2012, pelapor menonton film tersebut. Namun, ternyata Mr Bean dalam film itu tak diperankan oleh aktor Inggris Rowan Atkinson, tetapi oleh seorang laki-laki yang mirip Atkinson. Padahal, pelapor tertarik untuk menonton film tersebut karena Dheraj dan DP menginformasikan ke media bahwa DP beradu akting dengan Atkinson.

Sebagai barang bukti, pelapor menyertakan tiket XXI dan print out pemberitaan adu akting Depe dengan Atkinson di sebuah media online. Atas laporan itu, baik Depe maupun produser dikenai Pasal 8 (1) huruf F jo Pasal 62 (1) jo Pasal 9 ayat 1 huruf f jo Pasal 378 KUHP jo Pasal 380 (1) KUHP terkait tindak pidana perlindungan konsumen. 

Alex Gelar Pengobatan Gratis di Rusun Boeing

Alex Gelar Pengobatan Gratis di Rusun Boeing
Kamis, 28 Juni 2012 | 12:29 WIB

 

Calon gubernur DKI Alex Noerdin menggelar pengobatan gratis di rusun Boeing, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (28/6/2012) siang.

Kegiatan dibuka dengan makan bersama di warteg di komplek rusun. Alex juga tidak sungkan makan di warteg ini bersama para pendukungnya.

Usai makan siang, Alex bertemu warga dan berfoto bersama. Alex juga sempat berorasi dihadapan warga yang hadir. Setelah itu, barulah kegiatan pengobatan gratis ini dilaksanakan.

Kesehatan gratis juga merupakan salah satu program yang dicanangkan Alex dan Nono Sampono bila terpilih menjadi gubernur/wakil gubernur Jakarta mendatang.

Italia Bangkit pada Kesempatan Pertama

Prandelli: Italia Bangkit pada Kesempatan Pertama
Tjatur Wiharyo | Selasa, 19 Juni 2012 | 08:07 WIB

 

 

Pelatih Italia, Cesare Prandelli mengatakan, timnya kesulitan pada 20 menit pertama pertandingan matchday ketiga Grup C melawan Irlandia, Senin (18/6/2012), tetapi langsung mengatasi keadaan begitu kesempatan datang dan tampil cukup kosisten hingga laga selesai, dengan skor 2-0 untuk Italia.

“Kami kesulitan pada 20 menit pertama karena mereka menekan kami dan kami kesulitan bermain di tengah. Mungkin, kami terkejut melihat mereka menekan, tetapi begitu kami terorganisasi, kami bermain dengan sangat baik. Saya sangat gembira dengan permainan kami. Empat bek kami mengatasi umpan jauh dengan sangat baik,”

“Kami bermain menghadapi tim yang sangat agresif, yang sangat senang melancarkan serangan dengan cepat saat menguasai bola. Yang kami lakukan adalah menumpuk pemain di tengah.”

“Saya pikir, pada dua laga pertama (melawan Spanyol dan Kroasia), kami tampil bagus, tetapi tadi itu adalah pertandingan yang sangat penting. Kami sering dikritik mengenai cara kami mengatasi tim yang memainkan umpan lambung, tetapi tadi kami mengatasi itu dengan sangat baik.”

“Menurut saya, kami konsisten. Satu-satunya penurunan terjadi pada tujuh atau delapan menit awal babak kedua. Saat itu, kami kesulitan membangun permainan yang stabil,” tuturnya.

Sepasang gol Italia diciptakan Antonio Cassano (35) dan Mario Balotelli (90). Dengan kemenangan itu, Italia melaju ke perempat final sebagai runner-up grup, dengan nilai lima, atau kalah dua angka dari Spanyol.

 

Malaysia Ingin Klaim Tari Tor-tor?

Malaysia Ingin Klaim Tari Tor-tor?
| Laksono Hari W | Sabtu, 16 Juni 2012 | 17:15 WIB

 

Pemerintah Malaysia disebutkan akan mengakui Tari Tor-tor dan alat musik Gondang Sambilan (Sembilan Gendang) dari Mandailing sebagai salah satu warisan budaya negara tersebut.

Kantor berita Bernama di Malaysia menyebutkan, Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Datuk Seri Rais Yatim berencana mendaftarkan kedua budaya masyarakat Sumatera Utara itu dalam Seksyen 67 Akta Warisan Kebangsaan 2005.

“Tetapi (pengiktirafan ini) dengan syarat, pertunjukan berkala mesti ditunjukkan, bermakna tarian mestilah ditunjukkan, paluan gendang dipelbagaikan dalam pertunjukan di khalayak ramai,” kata Rais dalam acara peresmian Perhimpunan Anak-Anak Mandailing di Kuala Lumpur sebagaimana diberitakansitus Bernama, Kamis (14/6/2012).

Dalam situs itu disebutkan pula bahwa rencana itu penting dilakukan untuk memperjuangkan seni dan budaya masyarakat Mandailing. Upaya ini juga bertujuan membuka wawasan warga di negara tersebut tentang asal usul mereka.

Masyarakat Sumatera Utara, Indonesia, mengenal Tari Tor-tor sebagai salah satu bagian dalam upacara-upacara adat untuk menghormati para leluhur. Adapun Mandailing merupakan salah satu suku di Sumatera Utara.

Kisah Azzurri yang Terkoyak

Kisah Azzurri yang Terkoyak
 Sabtu, 16 Juni 2012 | 17:19 WIB

Striker Italia, Mario Balotelli (kiri), hendak dicegat oleh gelandang Kroasia, Darijo Srna, saat kedua tim berduel di Stadion Municipal, Poznan, Polandia, Kamis (14/6). Kedua tim bermain imbang 1-1 dalam laga Grup C tersebut.

 Italia harus membayar mahal penampilannya yang tidak mengesankan sama sekali saat melawan tim ”underdog” Kroasia dengan hasil imbang 1-1. Ini adalah hasil imbang kedua, yang menempatkan Italia dalam bahaya gagal lolos ke delapan besar Piala Eropa 2012.
Pelatih Italia Cesare Prandelli gagal menumbuhkan motivasi kuat kepada para pemainnya, khususnya striker Mario Balotelli. Super Mario yang sempat tampil menggigit pada awal-awal babak pertama ikut melempem melihat kawan-kawannya bermain tanpa strategi yang jelas.

Balotelli yang punya karakter ”bengal” itu memang bukan pemain yang mudah ditangani. Terbukti selama ini hanya seorang Roberto Mancini yang bisa ”mengendalikan” dan mengarahkan dia.

Di tangan Prandelli, Balotelli tidak menunjukkan kebengalannya di lapangan. Balotelli yang biasanya bermain ”galak” dan rajin mengejar bola itu malah bermain seperti tanpa spirit setelah beberapa kali Antonio Cassano mengecewakannya dengan lebih banyak bermain sendiri.

Dengan sejumlah persoalan yang menerpa para pemain andalannya, Prandelli sejak awal kesulitan untuk menentukan formasi yang pas bagi Italia. Meski Prandelli dikenal lebih menyukai formasi 4-3-3, dia juga sudah berusaha mengubah menjadi formasi 4-4-2, bahkan kemudian 4-3-1-2. Akan tetapi, masalah utamanya tetap belum terpecahkan, yaitu ketiadaan gelandang serang untuk bermain di belakang para penyerang.

Thiago Motta, Ricardo Montolivo, dan Claudio Marchisio sebenarnya diarahkan untuk menjadi tandem Balotelli dan Cassano, tetapi mereka agaknya gagal menjalankan tugas. Maka, Prandelli pun kemudian memilih formasi 3-5-2, dengan Cassano dan Balotelli di lini depan.

Dua penyerang utama Italia, Balotelli dan Cassano, dari dua pertandingan yang sudah dilalui, jelaslah belum menjadi pasangan yang bisa saling bahu-membahu. Upaya Balotelli mengajak Cassano bekerja sama, dengan memberikan umpan balik dan tidak egois langsung menendang ke gawang lawan, gagal dipahami Cassano sebagai ajakan untuk bahu-membahu.

Penyerang AC Milan itu bahkan tidak menyadari pentingnya membangun kebersamaan dalam tim, dengan justru menyuarakan harapan agar tidak ada pemain gay di tim Italia pada jumpa pers sebelum pertarungan melawan Kroasia. Padahal, Prandelli sudah memperingatkan Cassano akan kemungkinan pertanyaan dari wartawan mengenai adanya pemain gay dan biseksual di tim Italia itu dan bagaimana menjawabnya.

Pengaruh dari pernyataan Cassano itu langsung terlihat di lapangan, dengan tidak adanya kebersamaan di tim Italia. Cassano pun kurang mendapatkan dukungan dari pemain lainnya.

Tim asuhan Prandelli itu bermain seadanya, tanpa menunjukkan pola permainan yang jelas. Apalagi Prandelli kemudian seolah tak memahami adanya masalah di lapangan. Dia lebih menyalahkan Balotelli yang tampil mengecewakan sehingga diganti pada menit ke-69 oleh Antonio Di Natale dan baru menggantikan Cassano pada menit 83.

”Dia (Balotelli) bermain bagus di babak pertama, dia bermain menusuk. Pada babak kedua dia seharusnya terus melakukan hal itu, tetapi dia malah melakukan sebaliknya dan sulit sekali untuk mengatasi itu,” tutur Prandelli.

Padahal, gol Italia yang dicetak kapten tim Andrea Pirlo adalah hasil dari terobosan Balotelli di dekat kotak penalti.

Fisik menurun

Di sisi lain, Prandelli juga mengakui kondisi fisik pemainnya yang drop setelah menit ke-70. Usia rata-rata pemain Italia yang tidak lagi muda membuat mereka kalah dalam duel-duel dengan pemain Kroasia yang memiliki motivasi dan semangat kebersamaan yang lebih kuat.

”Kami bukannya tidak memiliki karakter. Setelah 70 menit, kondisi fisik kami drop. Kami memiliki beberapa hari untuk pemulihan. Namun, manakala itu terjadi lagi, kami perlu memiliki tim yang lebih seimbang. Ketika memiliki tim yang lebih seimbang, anda bisa langsung beraksi untuk 90 menit meskipun kelelahan,” papar Prandelli.

Oleh karena itu, untuk pertandingan berikutnya, pelatih Italia itu merencanakan menyegarkan tim yang akan diturunkan di lapangan, tetapi dengan tak mengubah formasi 3-5-2.

Di tengah sejumlah problem cedera yang mendera para pemain kuncinya, antara lain Andrea Barzagli dan Domenico Criscito, Prandelli memang dipusingkan dengan bagaimana agar para pemain lainnya yang sudah tidak muda lagi itu bisa terhindar dari cedera. Padahal, kondisi Pirlo, Balotelli, ataupun Cassano belumlah 100 persen, setelah ketiganya juga menghadapi masalah kesehatan beberapa waktu lalu.

Dalam kondisi yang sangat tidak ideal itulah, Prandelli harus berjuang membangun tim Italia. Sayangnya, pelatih Italia itu masih menomorduakan Di Natale. Padahal, dialah satu-satunya penyerang Italia yang berkemampuan sebagai pencuri bola di lini depan.

Kompak dan bersemangat

Bertolak belakang dengan tim Italia, penampilan Kroasia saat melawan Italia menunjukkan tim ”kuda hitam” ini memang memiliki potensi untuk terus maju ke babak lebih tinggi berkat kekompakan tim dan semangat tinggi para pemainnya.

Pelatih Kroasia Slaven Bilic meneruskan permainan timnya yang sederhana, tetapi efektif, dengan mengandalkan Luka Modric sebagai pengatur permainan dan duo Nikica Jelavic dan Mario Mandzukic di lini terdepan.

Dengan kekuatan pasukan yang lebih merata, begitu juga di barisan bangku cadangannya, Bilic bisa lebih gampang merotasi pemain untuk menjaga kesegaran timnya.

Dengan permainan bola-bola panjang yang langsung menusuk ke jantung pertahanan lawan, barisan penyerang Kroasia sering kali menembus benteng pertahanan Italia lewat adu sprint.

Bilic berani mengambil risiko dengan lebih memilih para pemain yang segar dan bertenaga di barisan depan meski mereka belum berpengalaman dalam pertarungan besar. Baik Jelavic maupun Mandzukic adalah para pemain yang belum berpengalaman di laga internasional, tetapi terbukti mampu menggantikan Ivica Olic, penyerang andalan Kroasia yang tidak bisa dimainkan karena cedera. Dengan tiga gol di tangan, Mandzukic makin ”panas” untuk mencetak gol ke gawang Spanyol, lawan berikutnya.

Sejumlah Obyek Wisata di Solor Terabaikan

Sejumlah Obyek Wisata di Solor Terabaikan
 Sabtu, 16 Juni 2012 | 17:23 WIB
sejarah kompasiana.com/Bentengindonesia.orgRuntuhan Benteng Lohayong di Pulau Solor
 Sejumlah obyek wisata di Pulau Solor, Flores, Nusa Tenggara Timur, terabaikan. Tidak ada upaya pemugaran, perawatan, penataan, dan promosi terhadap obyek-obyek wisata itu oleh pemerintah setempat.

Beberapa obyek wisata yang dapat disebut antara lain, benteng peninggalan portugis di Lohayong, perahu berbentuk batu “tena wato” dengan legenda meminta hujan dari pulau Timor, keindahan pantai pasir putih. Begitupun dengan wisata budaya seperti pesta adat “berauk” yang merupakan  upacara syukur atas hasil panen yang dirayakan setiap tahun di Desa Kalike Aimatan dan Desa Karawatung.

Tokoh masyarakat Desa Karawatung, Solor, Pastor Silvester Siku Tukan, di Karawatung, Sabtu (16/6/2012), mengatakan, banyak upacara ritual adat yang dilakukan masyarakat di setiap desa dan kampung tetapi tidak pernah didata dan dipublikasikan Pemkab.

“Malam ini, misalnya, semua putra putri dari 15 suku di Desa Karawatung dan Desa Kalike Aimatan menyelenggarakan upacara syukur atas hasil panen yang disebut berauk. Akan tetapi tidak ada satu wakil dari Pemkab yang hadir menyaksikan acara ini dan mempublikasikan,” katanya.

Pemerintah mempromosikan pariwisata tetapi mengabaikan sejumlah obyek wisata di daerah itu. Promosi besar tetapi tidak memperhatikan kondisi lapangan.

“Kami mengharapkan agar pemerintah lebih serius dalam perkataan dan tindakan nyata. Tidak hanya omong atau buat program, tetapi tidak direalisasi,” kata Tukan.

Pastor Paroki Baniona di Adonara ini mengatakan, kawasan Flores Timur seperti Pulau Solor, Adonara, dan Lembatan sangat cocok untuk wisata bahari. Wisata bahari ini dapat dipadukan dengan sejumlah obyek wisata lainnya seperi wisata budaya.

Demo Sirkus Lumba-Lumba Dibubarkan Petugas

Demo Sirkus Lumba-Lumba Dibubarkan Petugas
 Sabtu, 16 Juni 2012 | 17:29 WIB
Muhammad HasanudinPetugas keamanan Central Parkir, Kuta membubarkan aksi damai aktivis pecinta satwa yang menolak atraksi sirkus Lumba-Lumba di Central Parkir Kuta, Sabtu (16/06/2012).
Aksi damai menolak sirkus lumba-lumba yang dilakukan aktivis pecinta satwa di Central Parkir, Kuta, Badung, Bali, Sabtu (16/06/2012) dibubarkan oleh pihak keamanan setempat karena tidak ada izin sebelumnya. Petugas keamanan mencopot spanduk dan atribut unjuk rasa kemudian meminta para aktivis satwa meninggalkan lokasi Central Parkir, Kuta.

“Karena belum ada pemberitahuan dari awal, tidak pernah ada izin ke kami, sementara unjuk rasa dilarang,” tegas Wayan Deli, koordinator keamanan Central Parkir Kuta.

Para aktivis satwa hanya bisa pasrah karena mereka memang belum minta izin kepada pengelola lokasi tempat unjuk rasa. “Kita sudah menyampaikan surat pemberitahuan kepada polisi, tapi tidak kepada mereka,” ujar Rangga Wisnu, Operational Manager Bali Animal Welfare Association.

Kedua belah pihak sempat berdiskusi sebentar sebelum akhirnya para aktivis mengalah dan mencopot seluruh spanduk unjuk rasa mereka. Seperti diberitakan, sirkus lumba-lumba yang digelar di Central Parkir Kuta, mendapat kecaman dari aktivis pecinta satwa. Mereka menggelar unjuk rasa damai menolak sirkus dan meminta pengelola supaya menghentikan kegiatan yang akan membahayakan keselamatan lumba-lumba.

Previous Older Entries